Tim peneliti BCCA (British Columbia Cancer Agency) Kanada, melaporkan bukti-bukti pertama bahwa sel-sel kanker secara genetik mengalami mutasi pada saat penyakit berkembang, sehingga penemuan ini merupakan penmbuka pintu bagi pengobatan baru penyakit kanker.
Dr. Samuel Apraicio yang memimpin studi ini menyatakan bahwa tim peneliti ini berhasil menyelesaikan sekuensi pertama dalam tiga tahapan, yaitu bermilyar-milyar cetakan DNA dari seorang perempuan penderita kanker. Semuanya ini hanya memerlukan waktu beberapa minggu. Dengan ditemukannya bahwa kanker mengalami evolusi, akan terjadi perubahan dalam cara pandang pengobatan kanker di masa datang.
Jika sel mengalami pembelahan sebagai proses normal dan berlangsung seumur hidup, kode genetik DNA akan dikopi ke setiap sel yang baru. Tetapi, jika mutasi menyebabkan sel-sel tersebut tumbuh di luar control, hal ini dapat menimbulkan terjadinya kanker.
Dalam studi ini, para peneliti berhasil melacak adanya mutasi pada sel-sel sehat dan sel-sel pada tumor local dari perempuan saat kanker payudaranya pertama kali didiagnosis. Demikian juga, 9 tahun setelah kanker menyebar atau mengalami metastasis, mutasi ditemukan dalam sel. Di dalam sel-sel metastasis tersebut, para peneliti menemukan 32 mutasi DNA. Sebaliknya, jika kita melihat balik apakah hal ini juga ditemukan pada tumor primernya, ternyata hanya ditemukan 5 mutasi yang dapat ditemukan pada semua sel.
Para peneliti menyatakan bahwa perubahan dari hanya 5 mutasi pada awalnya sehingga menjadi 32 mutasi di kemudian hari, merupakan sesuatu yang cukup mengejutkan. Mutasi, yang dikatakan oleh para peneliti sebagai kesalahan “pengejaan” dalam penulisan DNA, dianggap sebagai penjahat yang pada awalnya dapat menyebabkan timbulnya penyakit. Kelima mutasi ini sebelumnya tidak diketahui sebagai faktor yang berperan dalam timbulnya kanker.
Tim peneliti ini menyatakan bahwa kemampuan untuk melakukan analisis sel-sel kanker original dan metastatik akan membuka era informasi baru mengenai bagaimana kanker tumbuh dan berkembang. Hal ini merupakan titik awal bagi kemampuan kita memahami penyebab kanker payudara, sehingga nantinya dapat dikembangkan pengobatan secara individual pada pasien.
Dikatakan bahwa penemuan yang paling penting dalam studi ini bukan hanya pengetahuan bahwa kanker primer melakukan evolusi yang bermakna, tetapi juga bahwa tumor primer merupakan “mozaik” dari berbagi mutasi, yang akan berkembang dengan berjalannya waktu. Pemahaman ini akan dapat memperbaiki uji dan pengobatan kanker, karena studi ini menunjukkan bahwa sel-sel yang berada dalam satu tumor tidak semuanya sama, dan setiap jenis sel dapat memberikan respon yang berbeda terhadap pengobatan.
Para peneliti membandingkan keberhasilannya dalam mebuka kode cetakan DNA dengan menggunakan teknologi sekuensi DNA generasi terbaru, seperti menemukan sebuah “ buku rahasia mengenai kanker payudara.” Dikatakan bahwa pengungkapan kode genom manusia pertama kali yang selesai pada tahun 2001, memerlukan waktu nertahun-tahun dan memerlukan biaya yang sangat besar. Tetapi tim peneliti ini mampu melakukan sekuensi genom kanker payudara hanya dalam waktu beberapa minggu dengan biaya yang lebih kecil.
Di masa mendatang, biaya dan waktu yang diperlukan untuk melakukan sekuensi gen akan semakin kecil, dan mungkin hanya memerlukan waktu beberapa hari, sehingga dokter akan dapat menyesuaikan pengobatannya pada pasien secara individual di masa dating. Kanker payudara merupakan jenis kanker yang paling sering mengenai perempuan di seluruh dunia, dan merupakan penyebab kematian tersering akibat kanker pada perempuan.
Source : Nature 2009, 461; 809-813
Tidak ada komentar:
Posting Komentar