Adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus di mana bibir anus mengalami bengkak yang kadang disertai pendarahan. Penyakit ambeien ini tidak hanya memberikan rasa sakit kepada penderitanya, tetapi juga merasakan tidak nyaman. Pada penderita wasir umumnya sulit untuk duduk dan buang air besar karena
Rabu, 29 Desember 2010
HAEMORHOID
Adalah suatu penyakit yang terjadi pada anus di mana bibir anus mengalami bengkak yang kadang disertai pendarahan. Penyakit ambeien ini tidak hanya memberikan rasa sakit kepada penderitanya, tetapi juga merasakan tidak nyaman. Pada penderita wasir umumnya sulit untuk duduk dan buang air besar karena
DYSPEPSIA
Maag merupakan penyakit umum di kalangan masyarakat dan seringkali dianggap remeh oleh beberapa orang. Dalam terminologi kesehatan, sakit yang dikeluhkan sebagai “ maag” memiliki berbagai sebutan tergantung sebab dan efek pada lambung yakni dyspepsia, gastritis atau tukak lambung
Jika anda memiliki keluhan nyeri ulu hati, rasa penuh dan sesak di perut sebelah atas diikuti dengan rasa mual/muntah itu merupakan tanda-tanda DYSPEPSIA. Penyakit ini disebabkan oleh
Label:
dyspepsia,
gastritis,
sakit maag,
tukak lambung
Minggu, 26 Desember 2010
Bahaya di Balik Kemasan Makanan
Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Bagi sebagian besar orang, kemasan makanan hanya sekadar bungkus makanan dan cenderung dianggap sebagai "pelindung" makanan. Sebetulnya tidak tepat begitu, tergantung jenis bahan kemasan. Sebaiknya mulai sekarang Anda cermat memilih kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi, dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya. Inilah ranking teratas bahan kemasan makanan yang perlu Anda waspadai.
Label:
kemasan makanan,
kertas makanan,
styrofoam
Mie Instan
Untuk para penggemar mi instan, pastikan Anda punya selang waktu paling tidak 3 (tiga) hari setelah Anda mengkonsumsi mi instan, jika Anda akan mengkonsumsinya lagi, dari informasi kedokteran, ternyata terdapat lilin yang melapisi mi instan. Itu sebabnya mengapa mi instan tidak lengket satu sama lainnya ketika dimasak. Konsumsi mie instan Akhirnya dia menderita kanker. Dokternya mengatakan bahwa hal ini disebabkan karena adanya lilin dalam mi instan tersebut. Dokter tersebut mengatakan bahwa tubuh kita memerlukan waktu lebih dari 2 (dua) hari untuk membersihkan lilin tersebut.
Untuk Penggemar Sate
Kalau Anda makan sate, jangan lupa makan timun setelahnya. Karena ketika kita makan sate sebetulnya ikut juga karbon dari hasil pembakaran arang yang dapat
Bekas Botol Air Mineral
Mungkin sebagian dari kita mempunyai kebiasaan memakai dan memakai ulang botol plastik (Aqua, VIT, etc) dan menaruhnya di mobil atau di kantor. Kebiasaan ini tidak baik, karena
Bahaya AC (Air Conditioner)
Di balik kesejukan AC (Air Conditioner) ternyata tersimpan risiko bibit penyakit. AC yang jarang dibersihkan menjadi tempat nyaman bagi bakteri untuk berbiak. Udara yang kelewat dingin dari alat itupun mudah memicu gangguan kesehatan.
Maka itu gaya hidup yang dikelilingi sejuknya udara AC, keluar-masuk mobil ber-AC, tinggal di rumah ber-AC, lalu di kantor juga semua ruangan ber-AC, belum tentu sehat. Menurut DR. Ichramsyah Azim Rachman Sp.OG, peneliti FKUI/RSUPN-CM, terus-menerus berada di ruang ber-AC
A TRUTH ABOUT NICOTIN
Ketagihan Rokok Berbahaya !
Tahukah anda bahwa :
- Ketagihan nikotin dalam rokok sama ketagihannya dengan heroin atau kokain.
- Lebih muda anda mulai mengisap rokok, maka lebih kuat rasa ketagihan anda untuk merokok.
- Kebanyakan pemakai narkoba dan peminum alkohol bermula dari perokok.
- Ketagihan nikotin dalam rokok sama ketagihannya dengan heroin atau kokain.
- Lebih muda anda mulai mengisap rokok, maka lebih kuat rasa ketagihan anda untuk merokok.
- Kebanyakan pemakai narkoba dan peminum alkohol bermula dari perokok.
Bagaimana perokok menjadi ketagihan?
Nikotin merupakan racun yang bertindak langsung ke otak,merusak pemikiran dan tubuh. Apabila anda merokok, anda akan tergantung kepada nikotin. Tanpa rokok, anda mengalami gejala-gejala yang kurang enak misalnya
Nikotin merupakan racun yang bertindak langsung ke otak,merusak pemikiran dan tubuh. Apabila anda merokok, anda akan tergantung kepada nikotin. Tanpa rokok, anda mengalami gejala-gejala yang kurang enak misalnya
Kolesterol & Penyakit
Penyakit Jantung Koroner
Siapapun dapat memiliki kadar kolesterol tinggi, orang tua maupun muda, gemuk maupun kurus, dan seterusnya.
Penderita kadar kolesterol tinggi (khususnya LDL ) adalah sasaran utama untuk menderita penyakit kardioserebrovaskular, termasuk penyakit jantung koroner. Fakta menunjukan 80% pasien penyakit jantung meninggal mendadak karena penyakit jantung koroner, dan bahkan 50% di antaranya tanpa
Apa itu kolesterol?
Kata Kolesterol sudah sering kita dengar sehari-hari. Kata kolesterol sangat melekat dengan hal-hal seputar makanan yang lezat, berat badan yang berlebihan, usia, dan lain sebagainya. Kolesterol cenderung dikenal sebagai sesuatu yang negatif dan harus kita hindari.
Apa kolesterol sebenarnya?
Kolesterol adalah senyawa lemak kompleks, yang 80% dihasilkan dari dalam tubuh (organ hati) dan 20% sisanya dari luar tubuh (zat makanan) untuk bermacam-macam fungsi di dalam tubuh, antara lain membentuk dinding sel.
Kolesterol yang berada dalam zat makanan yang kita makan dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam darah. Tetapi, sejauh pemasukan ini seimbang dengan kebutuhan, tubuh kita akan tetap sehat.
Kolesterol tidak larut dalam cairan darah,
Jumat, 03 Desember 2010
Cara Kerja Jantung
Sistem sirkulasi memiliki 3 komponen:
- Jantung yang berfungsi sebagai pompa yang melakukan tekanan terhadap darah agar timbul gradien dan darah dapat mengalir ke seluruh tubuh
- Pembuluh darah yang berfungsi sebagai saluran untuk mendistribusikan darah dari jantung ke semua bagian tubuh dan mengembalikannya kembali ke jantung
- Darah yang berfungsi sebagai medium transportasi dimana darah akan membawa oksigen dan nutrisi
Darah berjalan melalui sistim sirkulasi ke dan dari jantung melalui 2 lengkung vaskuler (pembuluh darah) yang terpisah. Sirkulasi paru terdiri atas lengkung tertutup pembuluh darah yang mengangkut darah antara jantung dan paru. Sirkulasi sistemik terdiri atas pembuluh darah yang mengangkut darah antara jantung dan sistim organ.
Panduan Diet AHA
Revisi 2000: Pernyataan dari seorang Tenaga Medis Profesional dari Komite Nutrisi AHA
Dokumen ini memberikan panduan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular melalui pengaturan diet / nutrisi dan pola hidup lainnya. Semenjak panduan ini dipublikasikan oleh AHA dulu, telah dilakukan modifikasi secara menyeluruh terhadap pendekatan yang digunakan untuk menekankan hubungan antara panduan tersebut dengan tujuan spesifik yang dianggap AHA sebagai hal terpenting untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Panduan yang telah direvisi ini meningkatkan penekanan pada makanan dan pola makan secara keseluruhan dan pentingnya seluruh masyarakat Amerika mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
Panduan diet AHA direvisi pada tahun 2000 dan disusun berdasarkan diet Langkah I, yang menekankan pentingnya diet rendah lemak jenuh dan lemak trans, dan kaya akan buah, sayur, whole grain, produk dairy bebas lemak atau rendah lemak (low-fat), dan daging tak berlemak, ikan, dan ayam (unggas). Pada tahun 2006, AHA kembali meluncurkan Rekomendasi Diet yang baru.
Diet Langkah I dan Langkah II diciptakan oleh Asosiasi Jantung, Paru, dan Darah Nasional dari National Cholesterol Education Program (NCEP), dan didukung AHA. Kedua diet tersebut dirancang untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi.
Diet Langkah I membatasi lemak total tidak lebih dari 30% dari total kalori, lemak jenuh tidak lebih dari 10% dari total kalori, dan kolesterol harus kurang dari 300 mg/hari. Langkah I ditujukan sebagai titik awal bagi pasien yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi.
Target diet Langkah II untuk lemak jenuh dan kolesterol bahkan lebih rendah daripada Langkah I (lemak jenuh kurang dari 7% dan kolesterol kurang dari 200 mg/hari). Langkah II ditujukan sebagai titik awal bagi mereka yang sudah mencapai target Langkah I atau untuk pasien dengan kadar kolesterol yang berisiko tinggi (240mg/dL atau lebih) atau mereka yang pernah mengalami serangan jantung.
Revisi panduan diet AHA pada tahun 2000 dirancang bagi populasi umum dan secara kolektif menggantikan deskripsi Langkah 1 yang sebelumnya digunakan pada rekomendasi nutrisi AHA bagi populasi luas. Beberapa pendekatan individual menyangkut terapi nutrisi medis untuk subkelompok spesifik (misalnya, orang-orang dengan kelainan lemak, diabetes, dan penyakit kardiovaskular yang telah diderita sebelumnya) menggantikan petunjuk diet Langkah 2 di panduan sebelumnya untuk individu dengan risiko lebih tinggi.
Penekanan utama untuk penatalaksanaan berat badan haruslah ditujukan pada penghindaran kelebihan asupan energi total dan pola aktivitas fisik secara rutin. Asupan lemak sebanyak 30% dari total energi direkomendasikan untuk membantu membatasi konsumsi energi total serta lemak jenuh. Panduan ini masih memberikan advokasi bagi masyarakat luas untuk membatasi asupan lemak jenuh sebanyak 10% energi total dan asupan kolesterol sebanyak 300 mg/hari. Asupan spesifik bagi tiap individu haruslah didasarkan pada kadar kolesterol dan lipoprotein serta ada tidaknya penyakit jantung, diabetes, dan faktor risiko lainnya. Karena adanya peningkatan bukti dari manfaat konsumsi ikan terhadap kardiovaskular, saat ini direkomendasikan untuk mengkonsumsi sedikitnya 2 sajian ikan per minggu. Akhirnya, penelitian akhir-akhir ini mendukung adanya perbaikan besar terhadap tekanan darah dengan mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, produk susu rendah lemak, membatasi asupan garam (<6 gram per hari) dan alkohol (tidak lebih dari 2 minuman per hari dan 1 untuk wanita), serta mempertahankan berat badan yang sehat.
Ringkasan dan Ikhtisar Sejak dulu, AHA memiliki komitmen jangka panjang terhadap peningkatan pola hidup yang ditujukan untuk mencegah berkembangnya atau berulangnya penyakit jantung dan pembuluh darah dan mempromosikan kesejahteraan secara keseluruhan. Komponen penting dari misi ini adalah panduan diet / nutrisi bagi populasi Amerika yang didasari oleh bukti ilmiah terbaik yang tersedia. Pernyataan yang ada memformulasikan elemen inti untuk rekomendasi populasi luas untuk perawatan dan pencegahan penyakit kardiovaskular yang didukung oleh penelitian selama puluhan tahun. Pernyataan yang telah direvisi ini juga menyediakan ikhtisar dari sejumlah isu tambahan yang juga penting, termasuk kondisi dimana bukti ilmiah dianggap tidak mencukupi untuk membuat rekomendasi spesifik.
Tiga prinsip mendasari panduan saat ini:
- Terdapat praktek pola makan dan pola hidup lainnya yang dapat diikuti secara aman oleh semua individu sepanjang masa hidupnya sebagai fondasi untuk mencapai dan mempertahankan kesehatan kardiovaskular dan kesehatan pada umumnya.
- Pola makan yang sehat didasarkan pada pola asupan makanan seseorang secara keseluruhan selama periode waktu tertentu dan bukan berdasarkan asupan dalam sekali makan.
- Panduan ini membentuk suatu kerangka dimana rekomendasi nutrisi secara spesifik dapat diberikan untuk tiap individu berdasarkan status kesehatannya, pilihan nutrisinya, dan latar belakang budayanya.
ATP III melanjutkan rekomendasi diet Langkah I untuk masyarakat awam.
Bagi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi, target diet TLC menawarkan terapi diet untuk subkelompok orang yang memiliki kondisi medis dan faktor risiko berikut:
- Kolesterol LDL tinggi atau memiliki kelainan lipid lainnya
- Penyakit jantung koroner atau penyakit kardiovaskular lain
- Diabetes Mellitus, resistensi insulin atau sindrom metabolik
Pada Mei 2001 NCEP meluncurkan panduan baru untuk penatalaksanaan kolesterol. Panduan baru ini terdapat dalam Third Report of The Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of Hidh Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III – ATP III). AHA menerima dan mendukung laporan ini dan mulai menyatukan rekomendasi ini ke dalam materinya tentang perubahan diet dan gaya hidup untuk orang-orang yang memiliki kolesterol darah tinggi.
ATP III memberikan rekomendasi bahwa terapi untuk kolesterol yang meningkat dimulai dengan intervensi kebiasaan hidup secara lebih intensif, untuk menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit jantung dan kemungkinan serangan jantung. Pendekatan ini dikenal sebagai diet “Perubahan Gaya Hidup Terapetik” (Therapeutic Lifestyle Changes – TLC). Diet ini ditargetkan pada mereka yang memiliki LDL kolesterol di atas batas target sesuai kategori risiko penyakit jantung mereka. Berikut adalah komponen penting dari TLC:
| Komponen | Rekomendasi |
|---|---|
| Nutrisi yang meningkatkan LDL | |
| Lemak jenuh* | Kurang dari 7% dari kalori total |
| Kolesterol makanan | Kurang dari 200 mg/hari |
| | |
| Pilihan terapi untuk menurunkan LDL | |
| Stanol / sterol nabati | 2 gram per hari |
| Serat larut | 10–25 gram per hari |
| | |
| Kalori total (energi) | Sesuaikan asupan kalori total untuk mempertahankan berat badan yang diinginkan / mencegah kenaikan berat badan |
| | |
| Aktivitas Fisik | Lakukan olahraga dengan intensitas sedang untuk membakar sedikitnya 200 kkal per hari |
* Asam lemak trans juga meningkatkan LDL dan hanya boleh dikonsumsi dalam jumlah kecil.
| Diet TLC dalam ATP III | |
|---|---|
| Nutrien | Rekomendasi asupan sebagai persen dari kalori total |
| Lemak Total1 | 25–35% |
| Jenuh | Less than 7% |
| Tak jenuh ganda | Sampai 10% |
| Tak jenuh tunggal | Sampai 20% |
| Karbohidrat2 | 50–60% dari kalori total |
| Protein | Sekitar 15% |
| Kolesterol | Kurang dari 200 mg per hari |
| Kalori total3 | Seimbangkan asupan dan pengeluaran energi untuk mempertahankan berat badan yang diinginkan dan mencegah kenaikan berat badan |
- Rekomendasi 25-35% lemak mengizinkan peningkatan asupan lemak tak jenuh untuk menggantikan karbohidrat pada orang yang mengalami sindrom metabolic atau diabetes.
- Karbohidrat harus berasal dari makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks. Ini termasuk biji-bijian / kelompok beras (khususnya whole grain), buah, dan sayur.
- Pengeluaran energi harian harus meliputi sedikitnya aktivitas fisik dengan intensitas sedang (sekitar 200kkal per hari).
- Pilihan meliputi penambahan serat kental / serat larut 10 – 25 gram; sterol atau stanol nabati 2 gram/hari. Protein kedelai dapat digunakan untuk menggantikan beberapa produk hewani.
Panduan Diet AHA
Revisi 2000 : Pernyataan dari seorang Tenaga Medis Profesional dari Komite Nutrisi AHA
Dokumen ini memberikan panduan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular melalui pengaturan diet / nutrisi dan pola hidup lainnya. Semenjak panduan ini dipublikasikan oleh AHA dulu, telah dilakukan modifikasi secara menyeluruh terhadap pendekatan yang digunakan untuk menekankan hubungan antara panduan tersebut dengan tujuan spesifik yang dianggap AHA sebagai hal terpenting untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Panduan yang telah direvisi ini meningkatkan penekanan pada makanan dan pola makan secara keseluruhan dan pentingnya seluruh masyarakat Amerika mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
Panduan diet AHA direvisi pada tahun 2000 dan disusun berdasarkan diet Langkah I, yang menekankan pentingnya diet rendah lemak jenuh dan lemak trans, dan kaya akan buah, sayur, whole grain, produk dairy bebas lemak atau rendah lemak (low-fat), dan daging tak berlemak, ikan, dan ayam (unggas). Pada tahun 2006, AHA kembali meluncurkan Rekomendasi Diet yang baru.
Panduan Diet AHA
Revisi 2000: Pernyataan dari seorang Tenaga Medis Profesional dari Komite Nutrisi AHA
Dokumen ini memberikan panduan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular melalui pengaturan diet / nutrisi dan pola hidup lainnya. Semenjak panduan ini dipublikasikan oleh AHA dulu, telah dilakukan modifikasi secara menyeluruh terhadap pendekatan yang digunakan untuk menekankan hubungan antara panduan tersebut dengan tujuan spesifik yang dianggap AHA sebagai hal terpenting untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Panduan yang telah direvisi ini meningkatkan penekanan pada makanan dan pola makan secara keseluruhan dan pentingnya seluruh masyarakat Amerika mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
Panduan diet AHA direvisi pada tahun 2000 dan disusun berdasarkan diet Langkah I, yang menekankan pentingnya diet rendah lemak jenuh dan lemak trans, dan kaya akan buah, sayur, whole grain, produk dairy bebas lemak atau rendah lemak (low-fat), dan daging tak berlemak, ikan, dan ayam (unggas). Pada tahun 2006, AHA kembali meluncurkan Rekomendasi Diet yang baru.
Diet Langkah I dan Langkah II diciptakan oleh Asosiasi Jantung, Paru, dan Darah Nasional dari National Cholesterol Education Program (NCEP), dan didukung AHA. Kedua diet tersebut dirancang untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi.
Diet Langkah I membatasi lemak total tidak lebih dari 30% dari total kalori, lemak jenuh tidak lebih dari 10% dari total kalori, dan kolesterol harus kurang dari 300 mg/hari. Langkah I ditujukan sebagai titik awal bagi pasien yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi.
Target diet Langkah II untuk lemak jenuh dan kolesterol bahkan lebih rendah daripada Langkah I (lemak jenuh kurang dari 7% dan kolesterol kurang dari 200 mg/hari). Langkah II ditujukan sebagai titik awal bagi mereka yang sudah mencapai target Langkah I atau untuk pasien dengan kadar kolesterol yang berisiko tinggi (240mg/dL atau lebih) atau mereka yang pernah mengalami serangan jantung.
Revisi panduan diet AHA pada tahun 2000 dirancang bagi populasi umum dan secara kolektif menggantikan deskripsi Langkah 1 yang sebelumnya digunakan pada rekomendasi nutrisi AHA bagi populasi luas. Beberapa pendekatan individual menyangkut terapi nutrisi medis untuk subkelompok spesifik (misalnya, orang-orang dengan kelainan lemak, diabetes, dan penyakit kardiovaskular yang telah diderita sebelumnya) menggantikan petunjuk diet Langkah 2 di panduan sebelumnya untuk individu dengan risiko lebih tinggi.
Penekanan utama untuk penatalaksanaan berat badan haruslah ditujukan pada penghindaran kelebihan asupan energi total dan pola aktivitas fisik secara rutin. Asupan lemak sebanyak 30% dari total energi direkomendasikan untuk membantu membatasi konsumsi energi total serta lemak jenuh. Panduan ini masih memberikan advokasi bagi masyarakat luas untuk membatasi asupan lemak jenuh sebanyak 10% energi total dan asupan kolesterol sebanyak 300 mg/hari. Asupan spesifik bagi tiap individu haruslah didasarkan pada kadar kolesterol dan lipoprotein serta ada tidaknya penyakit jantung, diabetes, dan faktor risiko lainnya. Karena adanya peningkatan bukti dari manfaat konsumsi ikan terhadap kardiovaskular, saat ini direkomendasikan untuk mengkonsumsi sedikitnya 2 sajian ikan per minggu. Akhirnya, penelitian akhir-akhir ini mendukung adanya perbaikan besar terhadap tekanan darah dengan mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, produk susu rendah lemak, membatasi asupan garam (<6 gram per hari) dan alkohol (tidak lebih dari 2 minuman per hari dan 1 untuk wanita), serta mempertahankan berat badan yang sehat.
Ringkasan dan Ikhtisar
Sejak dulu, AHA memiliki komitmen jangka panjang terhadap peningkatan pola hidup yang ditujukan untuk mencegah berkembangnya atau berulangnya penyakit jantung dan pembuluh darah dan mempromosikan kesejahteraan secara keseluruhan. Komponen penting dari misi ini adalah panduan diet / nutrisi bagi populasi Amerika yang didasari oleh bukti ilmiah terbaik yang tersedia. Pernyataan yang ada memformulasikan elemen inti untuk rekomendasi populasi luas untuk perawatan dan pencegahan penyakit kardiovaskular yang didukung oleh penelitian selama puluhan tahun. Pernyataan yang telah direvisi ini juga menyediakan ikhtisar dari sejumlah isu tambahan yang juga penting, termasuk kondisi dimana bukti ilmiah dianggap tidak mencukupi untuk membuat rekomendasi spesifik.
Tiga prinsip mendasari panduan saat ini:
- Terdapat praktek pola makan dan pola hidup lainnya yang dapat diikuti secara aman oleh semua individu sepanjang masa hidupnya sebagai fondasi untuk mencapai dan mempertahankan kesehatan kardiovaskular dan kesehatan pada umumnya.
- Pola makan yang sehat didasarkan pada pola asupan makanan seseorang secara keseluruhan selama periode waktu tertentu dan bukan berdasarkan asupan dalam sekali makan.
- Panduan ini membentuk suatu kerangka dimana rekomendasi nutrisi secara spesifik dapat diberikan untuk tiap individu berdasarkan status kesehatannya, pilihan nutrisinya, dan latar belakang budayanya.
Bagi mereka yang berisiko tinggi atau pernah mengalami penyakit kardiovaskular, AHA telah mengadopsi diet Perubahan Gaya Hidup Terapetik (Therapeutic Lifestyle Changes – TLC), yang merupakan generasi berikutnya dari diet Langkah II. Rekomendasi ini diluncurkan pada Mei 2001, bersamaan dengan diluncurkannya panduan baru untuk penatalaksanaan kolesterol oleh NCEP dalam Third Report of The Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of Hidh Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III – ATP III).
ATP III melanjutkan rekomendasi diet Langkah I untuk masyarakat awam.
Bagi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi, target diet TLC menawarkan terapi diet untuk subkelompok orang yang memiliki kondisi medis dan faktor risiko berikut:
- Kolesterol LDL tinggi atau memiliki kelainan lipid lainnya
- Penyakit jantung koroner atau penyakit kardiovaskular lain
- Diabetes Mellitus, resistensi insulin atau sindrom metabolik
Diet apa yang direkomendasikan TLC?
Pada Mei 2001 NCEP meluncurkan panduan baru untuk penatalaksanaan kolesterol. Panduan baru ini terdapat dalam Third Report of The Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of Hidh Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III – ATP III). AHA menerima dan mendukung laporan ini dan mulai menyatukan rekomendasi ini ke dalam materinya tentang perubahan diet dan gaya hidup untuk orang-orang yang memiliki kolesterol darah tinggi.
ATP III memberikan rekomendasi bahwa terapi untuk kolesterol yang meningkat dimulai dengan intervensi kebiasaan hidup secara lebih intensif, untuk menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit jantung dan kemungkinan serangan jantung. Pendekatan ini dikenal sebagai diet “Perubahan Gaya Hidup Terapetik” (Therapeutic Lifestyle Changes – TLC). Diet ini ditargetkan pada mereka yang memiliki LDL kolesterol di atas batas target sesuai kategori risiko penyakit jantung mereka. Berikut adalah komponen penting dari TLC:
| Komponen | Rekomendasi |
|---|---|
| Nutrisi yang meningkatkan LDL | |
| Lemak jenuh* | Kurang dari 7% dari kalori total |
| Kolesterol makanan | Kurang dari 200 mg/hari |
| | |
| Pilihan terapi untuk menurunkan LDL | |
| Stanol / sterol nabati | 2 gram per hari |
| Serat larut | 10–25 gram per hari |
| | |
| Kalori total (energi) | Sesuaikan asupan kalori total untuk mempertahankan berat badan yang diinginkan / mencegah kenaikan berat badan |
| | |
| Aktivitas Fisik | Lakukan olahraga dengan intensitas sedang untuk membakar sedikitnya 200 kkal per hari |
* Asam lemak trans juga meningkatkan LDL dan hanya boleh dikonsumsi dalam jumlah kecil.
| Diet TLC dalam ATP III | |
|---|---|
| Nutrien | Rekomendasi asupan sebagai persen dari kalori total |
| Lemak Total1 | 25–35% |
| Jenuh | Less than 7% |
| Tak jenuh ganda | Sampai 10% |
| Tak jenuh tunggal | Sampai 20% |
| Karbohidrat2 | 50–60% dari kalori total |
| Protein | Sekitar 15% |
| Kolesterol | Kurang dari 200 mg per hari |
| Kalori total3 | Seimbangkan asupan dan pengeluaran energi untuk mempertahankan berat badan yang diinginkan dan mencegah kenaikan berat badan |
- Rekomendasi 25-35% lemak mengizinkan peningkatan asupan lemak tak jenuh untuk menggantikan karbohidrat pada orang yang mengalami sindrom metabolic atau diabetes.
- Karbohidrat harus berasal dari makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks. Ini termasuk biji-bijian / kelompok beras (khususnya whole grain), buah, dan sayur.
- Pengeluaran energi harian harus meliputi sedikitnya aktivitas fisik dengan intensitas sedang (sekitar 200kkal per hari).
- Pilihan meliputi penambahan serat kental / serat larut 10 – 25 gram; sterol atau stanol nabati 2 gram/hari. Protein kedelai dapat digunakan untuk menggantikan beberapa produk hewani.
Panduan Diet Sehat dari Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association)
Asosiasi Jantung Amerika (American Heart Association / AHA) menerbitkan beberapa panduan nutrisi dan gaya hidup untuk kesehatan jantung secara umum. Panduan ini serupa dengan petunjuk diet untuk terapi perubahan gaya hidup dari U.S. National Cholesterol Education Panel (NCEP).
Panduan ini ditujukan bagi orang dewasa dan anak berusia lebih dari 2 tahun yang sehat, serta orang-orang yang memiliki masalah kesehatan seperti penyakit arteri koroner, diabetes, sindrom metabolik, atau gagal jantung.
Panduan nutrisi dan gaya hidup dari AHA merekomendasikan Anda untuk :
Tatalaksana Diet Pada Diabetes Melitus, Kelainan Lemak Darah dan Hipertensi
Dr. Cindiawaty Pudjiadi MARS, MS, SpGK
Penyakit Vaskular akibat aterosklerosis dengan manifestasi klinik berupa penyakit jantung koroner dan stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.
Gaya hidup terutama pola makan, aktivitas dan kebiasaan merokok, merupakan faktor yang mempengaruhi prevalensi penyakit jantung dan stroke. Secara umum masyarakat Indonesia terutama daerah perkotaan telah mengalami perubahan gaya hidup khususnya pola makan.
Apabila pada tahun 70-an komposisi asupan makanan: tinggi karbohidrat kompeks, tinggi serat, cukup protein terutama nabati serta rendah lemak, maka dengan perbaikan status sosial ekonomi serta intervensi budaya barat, komposisi tersebut berangsur-angsur berubah menjadi tinggi karbohidrat terutama karbohidrat simpleks, tinggi lemak terutama hewani namun rendah dalam kandungan seratnya. Ditambah dengan berkurangnya aktivitas, maka perubahan pola makan
Tatalaksana Diet Pada Diabetes Melitus, Kelainan Lemak Darah dan Hipertensi
Dr. Cindiawaty Pudjiadi MARS, MS, SpGK
Penyakit Vaskular akibat aterosklerosis dengan manifestasi klinik berupa penyakit jantung koroner dan stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.
Gaya hidup terutama pola makan, aktivitas dan kebiasaan merokok, merupakan faktor yang mempengaruhi prevalensi penyakit jantung dan stroke. Secara umum masyarakat Indonesia terutama daerah perkotaan telah mengalami perubahan gaya hidup khususnya pola makan.
Apabila pada tahun 70-an komposisi asupan makanan: tinggi karbohidrat kompeks, tinggi serat, cukup protein terutama nabati serta rendah lemak, maka dengan perbaikan status sosial ekonomi serta intervensi budaya barat, komposisi tersebut berangsur-angsur berubah menjadi tinggi karbohidrat terutama karbohidrat simpleks, tinggi lemak terutama hewani namun rendah dalam kandungan seratnya. Ditambah dengan berkurangnya aktivitas, maka perubahan pola makan tersebut berperan besar dalam peningkatan prevalensi penyakit jantung dan stroke di Indonesia.
Tatalaksana diet merupakan salah satu cara yang penting untuk pengendalian gula darah pada diabetes mellitus, pengendalian lemak darah pada kelainan lemak darah dan pengendalian tekanan darah pada hipertensi.
Secara umum kebutuhan kalori baik pada penderita diabetes, peningkatan lemak darah dan hipertensi sama, yaitu ditentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas dan penyakit yang diderita, dengan komposisi zat gizi sebagai berikut:
Karbohidrat : 60-70%
Protein : 10-15%
Lemak : 20-25%
Kolesterol : <200-300 mg/hari
Serat : 25 g/hari
Nutrisi Untuk Diabetes
Riset di bidang pengobatan diabetes sudah semakin maju dengan ditemukannya berbagai obat yang mutakhir, walaupun demikian diet masih merupakan pengobatan yang utama pada penatalaksanaan diabetes, disamping olahraga.
Tujuan penatalaksanaan diet pada diabetes adalah:
- • Mencapai dan kemudian mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal
- • Mencapai dan mempertahankan lipid mendekati normal
- • Mencapai dan mempertahankan berat badan agar selalu dalam batas-batas yang memadai atau berat badan idaman ± 10%
- • Mencegah komplikasi akut dan kronik
- • Meningkatkan kualitas hidup
Kebutuhan kalori untuk penderita diabetes dihitung sesuai dengan kebutuhannya yaitu berdasarkan umur, jenis kelamin, aktivitas dan penyakit lain yang diderita, dengan demikian tidak ada satu diet yang dapat digunakan untuk semua penderita.
Strategi terapi nutrisi pada penderita DM tipe 2:
Menjaga kadar gula darah dan lipid darah dalam kadar normal. Pada penderita diabetes dengan berat badan lebih atau obes, penurunan berat badan 5% – 10% , memperlihatkan perbaikan penyakit diabetes, walaupun berat badan yang diharapkan belum tercapai. Untuk menurunkan berat badan diberikan restriksi kalori 250-500 kal lebih rendah dari kebutuhan kalori total, selain itu perlu penurunan asupan lemak. Pembagian makanan menjadi 6 porsi makan, lebih baik daripada dibagi atas 2 -3 kali makan.
Karbohidrat
Sebaiknya penderita diabetes mengkonsumsi cukup karbohidrat. Asupan karbohidrat berkisar 60- 70% dari total kalori. Asupan karbohidrat ini sebaiknya berasal dari karbohidrat kompleks seperti: nasi, roti gandum, buah-buahan, sayuran. Sebaiknya menghindari karbohidrat simpleks seperti gula pasir, kue, sirup dll, karena karbohidrat simpleks lebih cepat dicerna dan diserap, sehingga lebih cepat menaikkan gula darah.
Protein
Asupan protein yang disarankan adalah 10-15% dari total kalori, bila terdapat kelainan pada ginjal (nefropati), asupan protein yang disarankan tergantung dari fungsi ginjalnya.
Lemak
Kelainan lemak darah sering dijumpai pada penderita diabetes, selain itu diabetes merupakan faktor risiko untuk penyakit kardioserebrovaskular, oleh karena itu asupan lemak yang disarankan 20-25% dari total kalori. Bila tidak terdapat kelainan lemak darah, maka kurang dari 10% total kalori didapat dari asam lemak jenuh dan asupan kolesterol kurang dari 300 mg/hari.
Bila terdapat kelainan lemak darah, disarankan tidak lebih dari 7% total kalori berasal dari asam lemak jenuh dan asupan kolesterol kurang dari 200 mg/hari. Bila terdapat hipertrigliseridemia disarankan untuk mengkonsumsi monounsaturated fatty acid (MUFA). MUFA terdapat di olive oil, canola oil dan minyak kacang.
Alkohol
Efek alkohol pada kadar gula darah, tidak hanya tergantung pada alkohol yang dikonsumsi, tapi juga berhubungan dengan asupan makanan. Pada keadaan puasa alkohol dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes yang menggunakan insulin, tapi tidak mengkonsumsi makanan. Alkohol tidak dapat dikonversikan menjadi glukosa, walaupun alkohol dapat digunakan sebagai sumber kalori. Penderita dengan hipertrigliseridemia, sebaiknya menghindari mengkonsumsi alkohol.
Natrium
Diabetes berhubungan dengan hipertensi, oleh karena itu disarankan untuk mengkonsumsi sekitar 2400-3000 mg natrium per hari, pada penderita diabetes yang juga menderita hipertensi asupan natrium disarankan kurang atau sama dengan 2400 mg/hari. Pada penderita yang menderita hipertensi dan nefropati asupan natrium disarankan kurang atau sama dengan 2000 mg/hari.
Vitamin dan mineral
Penderita diabetes umumnya tidak memerlukan suplementasi vitamin dan mineral, bila mereka mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhannya dan bervariasi. Vitamin yang perlu diperhatikan antara lain : antioksidan, terdiri dari vitamin A, Beta karoten, vitamin E, vitamin C. Vitamin ini terdapat dalam sayuran dan buah-buahan yang dikonsumsi sehari-hari, jadi bila sayuran yang dikonsumsi cukup dan bervariasi, maka tidak perlu mengkonsumsi suplementasi.
Serat
Asupan serat yang disarankan adalah 25 g/hari. Serat terdapat antara lain pada sereal, havermut, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan. Serat larut yang terdapat pada havermut, kacang-kacangan, buah dan beberapa sayuran dapat membantu menghambat penyerapan glukosa di usus, selain itu serat larut dapat membantu menurunkan kolesterol total dan LDL.
Sweeteners (gula pengganti)
Bila menginginkan rasa manis sebaiknya menggunakan gula pengganti seperti: aspartam, sakarin, acesulfame K, sucralose.
Tatalaksana Diet untuk Peningkatan Lemak Darah
Pengaturan makan merupakan salah satu penanganan peningkatan lemak darah yang penting selain olah raga dan obat-obatan. Faktor penting yang berhubungan dengan peningkatan lemak darah adalah konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, konsumsi makanan yang mengandung asam lemak jenuh, dan kelebihan berat badan. Tujuan dari pengaturan diet pada peningkatan lemak adalah untuk menurunkan kadar lemak darah dengan pengaturan makan. Diet sebaiknya mengandung rendah asam lemak jenuh dan rendah kolesterol, selain itu bagi yang kelebihan berat badan, diet yang diberikan diatur sehingga dapat menurunkan kelebihan berat badan tersebut. Langkah pertama disarankan diet terdiri dari:
Total lemak < 30%, terdiri dari:
- • Asam lemak jenuh <10%
- • Polyunsaturated fatty acid (PUFA) < 10%
- • Monounsaturated fatty acid (MUFA) 10-15%
- • Karbohidrat 60 – 70 %
- • Protein 10 – 15%
- • Kolesterol < 300 mg/hari
Bila dalam waktu 3 – 4 bulan belum tercapai kadar lemak darah yang diharapkan, maka asupan asam lemak jenuh diturunkan menjadi :
- • 7% dari total kalori
- • kolesterol < 200mg/hari
- • MUFA 10 – 15%
- • PUFA < 10%
Asam lemak
Asam lemak jenuh (Saturated fatty acid/SFA) Secara umum, asam lemak jenuh cenderung meningkatkan kolesterol darah, 25 – 60 % lemak yang berasal dari hewani dan produknya merupakan asam lemak jenuh. Lemak hewani umumnya mengandung 1 mg kolesterol/g lemak, sedangkan lemak pada butter mengandung 3 mg kolesterol/g lemak. Setiap peningkatan 1% energi dari asam lemak jenuh, diperkirakan akan meningkatkan 2,7 mg/dl kolesterol darah, akan tetapi hal ini tidak terjadi pada semua orang. Minyak kelapa sawit dan minyak kelapa mengandung asam lemak jenuh, akan tetapi seperti makanan yang berasal dari nabati lainnya, minyak tidak mengandung kolesterol.
Polyunsaturated fatty acid (PUFA)
Omega-3 banyak terdapat di minyak ikan dan ikan laut. Penelitian mendapatkan omega-3 membantu menurunkan trigliserida 25-30%, selain itu dapat menurunkan kolesterol LDL sehingga dapat menurunkan angka kematian, penyakit jantung dan stroke.
Monounsaturated fatty acid (MUFA)
MUFA dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, LDL, trigliserida, dan meningkatkan kadar HDL. Sumber MUFA adalah olive oil, canola oil, minyak kacang.
Kolesterol
Asupan tinggi kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol darah, kenaikan 25 mg kolesterol diet dapat meningkatkan kolesterol darah sebesar 1 mg/dl. Kolesterol ditemukan pada produk hewani, seperti daging, seafood, jeroan (hati, ginjal, otak, usus, dll). Jeroan mengandung kolesterol 4 – 15 kali lebih tinggi dibandingkan dengan daging.
Serat
Serat larut yang terdapat di kacang-kacangan, havermut, buah dan beberapa sayuran dapat membantu menurunkan kolesterol darah. Hal ini terjadi karena serat mengikat asam empedu yang akan menurunkan kadar kolesterol darah, karena kolesterol tersebut harus menggantikan asam empedu yang diikat oleh serat tersebut. Selain itu bakteri di usus besar memfermentasikan serat menjadi asetat, propionat dan butirat yang menghambat sintesis kolesterol.
Asupan serat disarankan 25 g/hari, ini bisa tercapai dengan mengkonsumsi lebih dari 5 porsi buah dan atau sayuran per hari.
Anjuran gizi pada kelainan lemak darah:
- Hindari makanan-makanan yang tinggi lemak seperti gorengan, daging berlemak termasuk sosis, mentega, keju, es krim, kue, fast food, kulit hewani.
- Kurangi makanan sumber kolesterol seperti jeroan, otak, kuning telur, dll.
- Buanglah lemak pada daging, untuk ayam sebaiknya dibuang kulitnya.
- Konsumsilah kacang merah, kacang polong, kacang kedelai yang merupakan sumber protein dan serat larut yang baik, yang dapat membantu menurunkan lemak darah.
- Satu kuning telur mengandung 213 mg kolesterol dan 1.7 g lemak jenuh, oleh karena itu sebaiknya dibatasi tidak lebih dari 2 butir perminggu.
- Konsumsilah buah-buahan dan sayuran secara teratur. Buah-buahan sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan segar (bukan olahan).
- Hindari konsumsi karbohidrat simpleks (misalnya gula yang berlebihan).
- Pertahankan berat badan ideal. Bila berat badan berlebih, turunkan.
- Hindari rokok.
- Pertahankan aktivitas fisik yang teratur.
Tatalaksana Diet untuk Hipertensi
Pasien dengan hipertensi cenderung kelebihan berat badan, terdapat hubungan antara kelebihan berat badan dengan hipertensi. Risiko hipertensi meningkat 2-6 kali pada orang yang obes dibandingkan dengan orang yang tidak obes. Penurunan berat badan pada pasien dengan obes disertai dengan hipertensi umumnya memperbaiki/menurunkan tekanan darahnya. Selain itu penurunan berat badan dapat menurunkan risiko penyakit kardioserebrovaskular, termasuk kelainan lemak darah dan intoleransi glukosa. Hubungan antara penurunan berat badan dengan penurunan tekanan darah, belum diketahui mekanismenya dengan pasti.
Pembatasan Natrium
Natrium ditemukan di hampir semua makanan dan umum ditambahkan pada makanan. Kebutuhan natrium untuk dewasa dan anak-anak kurang dari 200 mg per hari, akan tetapi kebanyakan orang mengkonsumsi 6 – 12 g garam per hari (2,5 – 5 g natrium). Konsumsi tinggi natrium cenderung meningkatkan tekanan darah. Pembatasan asupan natrium pada pasien dengan hipertensi, memperlihatkan penurunan tekanan darah. Belum diketahui keuntungan mengkonsumsi natrium lebih dari yang dibutuhkan, oleh karena itu disarankan untuk mengkonsumsi garam kurang dari 6 g (2,4 g natrium) per hari.
Alkohol
Penelitian memperlihatkan peningkatan prevalensi hipertensi dengan meningkatnya konsumsi alkohol. Asupan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi terhadap obat-obat darah tinggi, dan penurunan asupan alkohol dapat melindungi terhadap hipertensi. Kebiasaan mengkonsumsi alkohol sebaiknya dibatasi tidak lebih dari 2 sloki per hari.
Kalium
Penelitian mendapatkan hubungan terbalik antara asupan kalium dengan tekanan darah. Asupan kalium pada orang dewasa berkisar antara 2 – 6 g perhari dan umumnya berasal dari buah, sayuran, daging, dan susu.
Lemak
Penurunan asupan lemak terutama asam lemak jenuh dapat menurunkan berat badan dan profil lemak darah. Asupan lemak sebaiknya diganti dengan karbohidrat kompleks terutama buah dan sayuran.
Kafein
Walaupun kafein dapat menaikkan tekanan darah, kebiasaan mengkonsumsi kafein tidak berhubungan dengan nilai tekanan darah atau risiko hipertensi.
Label:
d,
diet darah tinggi,
Diet diabetes mellitus
Tatalaksana Diet Pada Diabetes Melitus, Kelainan Lemak Darah dan Hipertensi
Dr. Cindiawaty Pudjiadi MARS, MS, SpGKPenyakit Vaskular akibat aterosklerosis dengan manifestasi klinik berupa penyakit jantung koroner dan stroke merupakan penyebab kematian nomor satu di Indonesia.
Gaya hidup terutama pola makan, aktivitas dan kebiasaan merokok, merupakan faktor yang mempengaruhi prevalensi penyakit jantung dan stroke. Secara umum masyarakat Indonesia terutama daerah perkotaan telah mengalami perubahan gaya hidup khususnya pola makan.
Apabila pada tahun 70-an komposisi asupan makanan: tinggi karbohidrat kompeks, tinggi serat, cukup protein terutama nabati serta rendah lemak, maka dengan perbaikan status sosial ekonomi serta intervensi budaya barat, komposisi tersebut berangsur-angsur berubah menjadi tinggi karbohidrat terutama karbohidrat simpleks, tinggi lemak terutama hewani namun rendah dalam kandungan seratnya. Ditambah dengan berkurangnya aktivitas, maka perubahan pola makan tersebut berperan besar dalam peningkatan prevalensi penyakit jantung dan stroke di Indonesia.
Tatalaksana diet merupakan salah satu cara yang penting untuk pengendalian gula darah pada diabetes mellitus, pengendalian lemak darah pada kelainan lemak darah dan pengendalian tekanan darah pada hipertensi.
Secara umum kebutuhan kalori baik pada penderita diabetes, peningkatan lemak darah dan hipertensi sama, yaitu ditentukan berdasarkan usia, jenis kelamin, aktivitas dan penyakit yang diderita, dengan komposisi zat gizi sebagai berikut:
Karbohidrat : 60-70%
Protein : 10-15%
Lemak : 20-25%
Kolesterol : <200-300 mg/hari
Serat : 25 g/hari
Nutrisi Untuk Diabetes
Riset di bidang pengobatan diabetes sudah semakin maju dengan ditemukannya berbagai obat yang mutakhir, walaupun demikian diet masih merupakan pengobatan yang utama pada penatalaksanaan diabetes, disamping olahraga.
Tujuan penatalaksanaan diet pada diabetes adalah:
- • Mencapai dan kemudian mempertahankan kadar glukosa darah mendekati normal
- • Mencapai dan mempertahankan lipid mendekati normal
- • Mencapai dan mempertahankan berat badan agar selalu dalam batas-batas yang memadai atau berat badan idaman ± 10%
- • Mencegah komplikasi akut dan kronik
- • Meningkatkan kualitas hidup
Strategi terapi nutrisi pada penderita DM tipe 2:
Menjaga kadar gula darah dan lipid darah dalam kadar normal. Pada penderita diabetes dengan berat badan lebih atau obes, penurunan berat badan 5% – 10% , memperlihatkan perbaikan penyakit diabetes, walaupun berat badan yang diharapkan belum tercapai. Untuk menurunkan berat badan diberikan restriksi kalori 250-500 kal lebih rendah dari kebutuhan kalori total, selain itu perlu penurunan asupan lemak. Pembagian makanan menjadi 6 porsi makan, lebih baik daripada dibagi atas 2 -3 kali makan.
Karbohidrat
Sebaiknya penderita diabetes mengkonsumsi cukup karbohidrat. Asupan karbohidrat berkisar 60- 70% dari total kalori. Asupan karbohidrat ini sebaiknya berasal dari karbohidrat kompleks seperti: nasi, roti gandum, buah-buahan, sayuran. Sebaiknya menghindari karbohidrat simpleks seperti gula pasir, kue, sirup dll, karena karbohidrat simpleks lebih cepat dicerna dan diserap, sehingga lebih cepat menaikkan gula darah.
Protein
Asupan protein yang disarankan adalah 10-15% dari total kalori, bila terdapat kelainan pada ginjal (nefropati), asupan protein yang disarankan tergantung dari fungsi ginjalnya.
Lemak
Kelainan lemak darah sering dijumpai pada penderita diabetes, selain itu diabetes merupakan faktor risiko untuk penyakit
Bila terdapat kelainan lemak darah, disarankan tidak lebih dari 7% total kalori berasal dari asam lemak jenuh dan asupan kolesterol kurang dari 200 mg/hari. Bila terdapat hipertrigliseridemia disarankan untuk mengkonsumsi monounsaturated fatty acid (MUFA). MUFA terdapat di olive oil, canola oil dan minyak kacang.
Alkohol
Efek alkohol pada kadar gula darah, tidak hanya tergantung pada alkohol yang dikonsumsi, tapi juga berhubungan dengan asupan makanan. Pada keadaan puasa alkohol dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes yang menggunakan insulin, tapi tidak mengkonsumsi makanan. Alkohol tidak dapat dikonversikan menjadi glukosa, walaupun alkohol dapat digunakan sebagai sumber kalori. Penderita dengan hipertrigliseridemia, sebaiknya menghindari mengkonsumsi alkohol.
Natrium
Diabetes berhubungan dengan hipertensi, oleh karena itu disarankan untuk mengkonsumsi sekitar 2400-3000 mg natrium per hari, pada penderita diabetes yang juga menderita hipertensi asupan natrium disarankan kurang atau sama dengan 2400 mg/hari. Pada penderita yang menderita hipertensi dan nefropati asupan natrium disarankan kurang atau sama dengan 2000 mg/hari.
Vitamin dan mineral
Penderita diabetes umumnya tidak memerlukan suplementasi vitamin dan mineral, bila mereka mengkonsumsi makanan yang sesuai dengan kebutuhannya dan bervariasi. Vitamin yang perlu diperhatikan antara lain : antioksidan, terdiri dari vitamin A, Beta karoten, vitamin E, vitamin C. Vitamin ini terdapat dalam sayuran dan buah-buahan yang dikonsumsi sehari-hari, jadi bila sayuran yang dikonsumsi cukup dan bervariasi, maka tidak perlu mengkonsumsi suplementasi.
Serat
Asupan serat yang disarankan adalah 25 g/hari. Serat terdapat antara lain pada sereal, havermut, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan. Serat larut yang terdapat pada havermut, kacang-kacangan, buah dan beberapa sayuran dapat membantu menghambat penyerapan glukosa di usus, selain itu serat larut dapat membantu menurunkan kolesterol total dan LDL.
Sweeteners (gula pengganti)
Bila menginginkan rasa manis sebaiknya menggunakan gula pengganti seperti: aspartam, sakarin, acesulfame K, sucralose.
Tatalaksana Diet untuk Peningkatan Lemak Darah
Pengaturan makan merupakan salah satu penanganan peningkatan lemak darah yang penting selain olah raga dan obat-obatan. Faktor penting yang berhubungan dengan peningkatan lemak darah adalah konsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi, konsumsi makanan yang mengandung asam lemak jenuh, dan kelebihan berat badan. Tujuan dari pengaturan diet pada peningkatan lemak adalah untuk menurunkan kadar lemak darah dengan pengaturan makan. Diet sebaiknya mengandung rendah asam lemak jenuh dan rendah kolesterol, selain itu bagi yang kelebihan berat badan, diet yang diberikan diatur sehingga dapat menurunkan kelebihan berat badan tersebut. Langkah pertama disarankan diet terdiri dari:
Total lemak < 30%, terdiri dari:
- • Asam lemak jenuh <10%
- • Polyunsaturated fatty acid (PUFA) < 10%
- • Monounsaturated fatty acid (MUFA) 10-15%
- • Karbohidrat 60 – 70 %
- • Protein 10 – 15%
- • Kolesterol < 300 mg/hari
- • 7% dari total kalori
- • kolesterol < 200mg/hari
- • MUFA 10 – 15%
- • PUFA < 10%
Asam lemak jenuh (Saturated fatty acid/SFA) Secara umum, asam lemak jenuh cenderung meningkatkan kolesterol darah, 25 – 60 % lemak yang berasal dari hewani dan produknya merupakan asam lemak jenuh. Lemak hewani umumnya mengandung 1 mg kolesterol/g lemak, sedangkan lemak pada butter mengandung 3 mg kolesterol/g lemak. Setiap peningkatan 1% energi dari asam lemak jenuh, diperkirakan akan meningkatkan 2,7 mg/dl kolesterol darah, akan tetapi hal ini tidak terjadi pada semua orang. Minyak kelapa sawit dan minyak kelapa mengandung asam lemak jenuh, akan tetapi seperti makanan yang berasal dari nabati lainnya, minyak tidak mengandung kolesterol.
Polyunsaturated fatty acid (PUFA)
Omega-3 banyak terdapat di minyak ikan dan ikan laut. Penelitian mendapatkan omega-3 membantu menurunkan trigliserida 25-30%, selain itu dapat menurunkan kolesterol LDL sehingga dapat menurunkan angka kematian, penyakit jantung dan stroke.
Monounsaturated fatty acid (MUFA)
MUFA dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, LDL, trigliserida, dan meningkatkan kadar HDL. Sumber MUFA adalah olive oil, canola oil, minyak kacang.
Kolesterol
Asupan tinggi kolesterol dapat meningkatkan kadar kolesterol darah, kenaikan 25 mg kolesterol diet dapat meningkatkan kolesterol darah sebesar 1 mg/dl. Kolesterol ditemukan pada produk hewani, seperti daging, seafood, jeroan (hati, ginjal, otak, usus, dll). Jeroan mengandung kolesterol 4 – 15 kali lebih tinggi dibandingkan dengan daging.
Serat
Serat larut yang terdapat di kacang-kacangan, havermut, buah dan beberapa sayuran dapat membantu menurunkan kolesterol darah. Hal ini terjadi karena serat mengikat asam empedu yang akan menurunkan kadar kolesterol darah, karena kolesterol tersebut harus menggantikan asam empedu yang diikat oleh serat tersebut. Selain itu bakteri di usus besar memfermentasikan serat menjadi asetat, propionat dan butirat yang menghambat sintesis kolesterol.
Asupan serat disarankan 25 g/hari, ini bisa tercapai dengan mengkonsumsi lebih dari 5 porsi buah dan atau sayuran per hari.
Anjuran gizi pada kelainan lemak darah:
- Hindari makanan-makanan yang tinggi lemak seperti gorengan, daging berlemak termasuk sosis, mentega, keju, es krim, kue, fast food, kulit hewani.
- Kurangi makanan sumber kolesterol seperti jeroan, otak, kuning telur, dll.
- Buanglah lemak pada daging, untuk ayam sebaiknya dibuang kulitnya.
- Konsumsilah kacang merah, kacang polong, kacang kedelai yang merupakan sumber protein dan serat larut yang baik, yang dapat membantu menurunkan lemak darah.
- Satu kuning telur mengandung 213 mg kolesterol dan 1.7 g lemak jenuh, oleh karena itu sebaiknya dibatasi tidak lebih dari 2 butir perminggu.
- Konsumsilah buah-buahan dan sayuran secara teratur. Buah-buahan sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan segar (bukan olahan).
- Hindari konsumsi karbohidrat simpleks (misalnya gula yang berlebihan).
- Pertahankan berat badan ideal. Bila berat badan berlebih, turunkan.
- Hindari rokok.
- Pertahankan aktivitas fisik yang teratur.
Pasien dengan hipertensi cenderung kelebihan berat badan, terdapat hubungan antara kelebihan berat badan dengan hipertensi. Risiko hipertensi meningkat 2-6 kali pada orang yang obes dibandingkan dengan orang yang tidak obes. Penurunan berat badan pada pasien dengan obes disertai dengan hipertensi umumnya memperbaiki/menurunkan tekanan darahnya. Selain itu penurunan berat badan dapat menurunkan risiko penyakit kardioserebrovaskular
Pembatasan Natrium
Natrium ditemukan di hampir semua makanan dan umum ditambahkan pada makanan. Kebutuhan natrium untuk dewasa dan anak-anak kurang dari 200 mg per hari, akan tetapi kebanyakan orang mengkonsumsi 6 – 12 g garam per hari (2,5 – 5 g natrium). Konsumsi tinggi natrium cenderung meningkatkan tekanan darah. Pembatasan asupan natrium pada pasien dengan hipertensi, memperlihatkan penurunan tekanan darah. Belum diketahui keuntungan mengkonsumsi natrium lebih dari yang dibutuhkan, oleh karena itu disarankan untuk mengkonsumsi garam kurang dari 6 g (2,4 g natrium) per hari.
Alkohol
Penelitian memperlihatkan peningkatan prevalensi hipertensi dengan meningkatnya konsumsi alkohol. Asupan alkohol yang berlebihan dapat menyebabkan resistensi terhadap obat-obat darah tinggi, dan penurunan asupan alkohol dapat melindungi terhadap hipertensi. Kebiasaan mengkonsumsi alkohol sebaiknya dibatasi tidak lebih dari 2 sloki per hari.
Kalium
Penelitian mendapatkan hubungan terbalik antara asupan kalium dengan tekanan darah. Asupan kalium pada orang dewasa berkisar antara 2 – 6 g perhari dan umumnya berasal dari buah, sayuran, daging, dan susu.
Lemak
Penurunan asupan lemak terutama asam lemak jenuh dapat menurunkan berat badan dan profil lemak darah. Asupan lemak sebaiknya diganti dengan karbohidrat kompleks terutama buah dan sayuran.
Kafein
Walaupun kafein dapat menaikkan tekanan darah, kebiasaan mengkonsumsi kafein tidak berhubungan dengan nilai tekanan darah atau risiko hipertensi.
Langganan:
Postingan (Atom)


