Jumat, 03 Desember 2010

Panduan Diet AHA

Revisi 2000 : Pernyataan dari seorang Tenaga Medis Profesional dari Komite Nutrisi AHA
Dokumen ini memberikan panduan untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular melalui pengaturan diet / nutrisi dan pola hidup lainnya. Semenjak panduan ini dipublikasikan oleh AHA dulu, telah dilakukan modifikasi secara menyeluruh terhadap pendekatan yang digunakan untuk menekankan hubungan antara panduan tersebut dengan tujuan spesifik yang dianggap AHA sebagai hal terpenting untuk menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Panduan yang telah direvisi ini meningkatkan penekanan pada makanan dan pola makan secara keseluruhan dan pentingnya seluruh masyarakat Amerika mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat.
Panduan diet AHA direvisi pada tahun 2000 dan disusun berdasarkan diet Langkah I, yang menekankan pentingnya diet rendah lemak jenuh dan lemak trans, dan kaya akan buah, sayur, whole grain, produk dairy bebas lemak atau rendah lemak (low-fat), dan daging tak berlemak, ikan, dan ayam (unggas). Pada tahun 2006, AHA kembali meluncurkan Rekomendasi Diet yang baru.

Diet Langkah I dan Langkah II diciptakan oleh Asosiasi Jantung, Paru, dan Darah Nasional dari National Cholesterol Education Program (NCEP), dan didukung AHA. Kedua diet tersebut dirancang untuk menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dengan menurunkan kadar kolesterol darah yang tinggi.
Diet Langkah I membatasi lemak total tidak lebih dari 30% dari total kalori, lemak jenuh tidak lebih dari 10% dari total kalori, dan kolesterol harus kurang dari 300 mg/hari. Langkah I ditujukan sebagai titik awal bagi pasien yang memiliki kadar kolesterol yang tinggi.
Target diet Langkah II untuk lemak jenuh dan kolesterol bahkan lebih rendah daripada Langkah I (lemak jenuh kurang dari 7% dan kolesterol kurang dari 200 mg/hari). Langkah II ditujukan sebagai titik awal bagi mereka yang sudah mencapai target Langkah I atau untuk pasien dengan kadar kolesterol yang berisiko tinggi (240mg/dL atau lebih) atau mereka yang pernah mengalami serangan jantung.
Revisi panduan diet AHA pada tahun 2000 dirancang bagi populasi umum dan secara kolektif menggantikan deskripsi Langkah 1 yang sebelumnya digunakan pada rekomendasi nutrisi AHA bagi populasi luas. Beberapa pendekatan individual menyangkut terapi nutrisi medis untuk subkelompok spesifik  (misalnya, orang-orang dengan kelainan lemak, diabetes, dan penyakit kardiovaskular yang telah diderita sebelumnya) menggantikan petunjuk diet Langkah 2 di panduan sebelumnya untuk individu dengan risiko lebih tinggi.
Penekanan utama untuk penatalaksanaan berat badan haruslah ditujukan pada penghindaran kelebihan asupan energi total dan pola aktivitas fisik secara rutin. Asupan lemak sebanyak 30% dari total energi direkomendasikan untuk membantu membatasi konsumsi energi total serta lemak jenuh. Panduan ini masih memberikan advokasi bagi masyarakat luas untuk membatasi asupan lemak jenuh sebanyak 10% energi total dan asupan kolesterol sebanyak 300 mg/hari. Asupan spesifik bagi tiap individu haruslah didasarkan pada kadar kolesterol dan lipoprotein serta ada tidaknya penyakit jantung, diabetes, dan faktor risiko lainnya. Karena adanya peningkatan bukti dari manfaat konsumsi ikan terhadap kardiovaskular, saat ini direkomendasikan untuk mengkonsumsi sedikitnya 2 sajian ikan per minggu. Akhirnya, penelitian akhir-akhir ini mendukung adanya perbaikan besar terhadap tekanan darah dengan mengkonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, produk susu rendah lemak, membatasi asupan garam (<6 gram per hari) dan alkohol (tidak lebih dari 2 minuman per hari dan 1 untuk wanita), serta mempertahankan berat badan yang sehat.
Ringkasan dan Ikhtisar
Sejak dulu, AHA memiliki komitmen jangka panjang terhadap peningkatan pola hidup yang ditujukan untuk mencegah berkembangnya atau berulangnya penyakit jantung dan pembuluh darah dan mempromosikan kesejahteraan secara keseluruhan. Komponen penting dari misi ini adalah panduan diet / nutrisi bagi populasi Amerika yang didasari oleh bukti ilmiah terbaik yang tersedia. Pernyataan yang ada memformulasikan elemen inti untuk rekomendasi populasi luas untuk perawatan dan pencegahan penyakit kardiovaskular yang didukung oleh penelitian selama puluhan tahun.  Pernyataan yang telah direvisi ini juga menyediakan ikhtisar dari sejumlah isu tambahan yang juga penting, termasuk kondisi dimana bukti ilmiah dianggap tidak mencukupi untuk membuat rekomendasi spesifik. 
Tiga prinsip mendasari panduan saat ini:
  • Terdapat praktek pola makan dan pola hidup lainnya yang dapat diikuti secara aman oleh semua individu sepanjang masa hidupnya sebagai fondasi untuk mencapai dan mempertahankan kesehatan kardiovaskular dan kesehatan pada umumnya.
  • Pola makan yang sehat didasarkan pada pola asupan makanan seseorang secara keseluruhan selama periode waktu tertentu dan bukan berdasarkan asupan dalam sekali makan.
  • Panduan ini membentuk suatu kerangka dimana rekomendasi nutrisi secara spesifik dapat diberikan untuk tiap individu berdasarkan status kesehatannya, pilihan nutrisinya, dan latar belakang budayanya.
Bagi mereka yang berisiko tinggi atau pernah mengalami penyakit kardiovaskular, AHA telah mengadopsi diet Perubahan Gaya Hidup Terapetik (Therapeutic Lifestyle Changes – TLC), yang merupakan generasi berikutnya dari diet Langkah II. Rekomendasi ini diluncurkan pada Mei 2001, bersamaan dengan diluncurkannya panduan baru untuk penatalaksanaan kolesterol oleh NCEP dalam Third Report of The Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of Hidh Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III – ATP III).
ATP III melanjutkan rekomendasi diet Langkah I untuk masyarakat awam.
Bagi mereka yang memiliki risiko lebih tinggi, target diet TLC menawarkan terapi diet untuk subkelompok orang yang memiliki kondisi medis dan faktor risiko berikut:
  • Kolesterol LDL tinggi atau memiliki kelainan lipid lainnya
  • Penyakit jantung koroner atau penyakit kardiovaskular lain
  • Diabetes Mellitus, resistensi insulin atau sindrom metabolik
Diet apa yang direkomendasikan TLC?
Pada Mei 2001 NCEP meluncurkan panduan baru untuk penatalaksanaan kolesterol. Panduan baru ini terdapat dalam Third Report of The Expert Panel on Detection, Evaluation, and Treatment of Hidh Blood Cholesterol in Adults (Adult Treatment Panel III – ATP III). AHA menerima dan mendukung laporan ini dan mulai menyatukan rekomendasi ini ke dalam materinya tentang perubahan diet dan gaya hidup untuk orang-orang yang memiliki kolesterol darah tinggi.
ATP III memberikan rekomendasi bahwa terapi untuk kolesterol yang meningkat dimulai dengan intervensi kebiasaan hidup secara lebih intensif, untuk menurunkan kolesterol dan mengurangi risiko berkembangnya penyakit jantung dan kemungkinan serangan jantung. Pendekatan ini dikenal sebagai diet “Perubahan Gaya Hidup Terapetik” (Therapeutic Lifestyle Changes – TLC). Diet ini ditargetkan pada mereka yang memiliki LDL kolesterol di atas batas target sesuai kategori risiko penyakit jantung mereka. Berikut adalah komponen penting dari TLC:

Komponen
Rekomendasi
Nutrisi yang meningkatkan LDL

Lemak jenuh*
Kurang dari 7% dari kalori total
Kolesterol makanan
Kurang dari 200 mg/hari

Pilihan terapi untuk menurunkan LDL

Stanol / sterol nabati
2 gram per hari
Serat larut
10–25 gram per hari


Kalori total (energi)
Sesuaikan asupan kalori total untuk mempertahankan berat badan yang diinginkan / mencegah kenaikan berat badan

Aktivitas Fisik
Lakukan olahraga dengan intensitas sedang untuk membakar sedikitnya 200 kkal per hari
* Asam lemak trans juga meningkatkan LDL dan hanya boleh dikonsumsi dalam jumlah kecil.

Diet TLC dalam  ATP III
Nutrien
Rekomendasi asupan sebagai persen dari kalori total
Lemak Total1
2535%
Jenuh
Less than 7%
Tak jenuh ganda
Sampai 10%
Tak jenuh tunggal
Sampai 20%
Karbohidrat2
50–60% dari kalori total
Protein
Sekitar 15%
Kolesterol
Kurang dari 200 mg per hari
Kalori total3
Seimbangkan asupan dan pengeluaran energi untuk mempertahankan berat badan yang diinginkan dan mencegah kenaikan berat badan
  1. Rekomendasi 25-35% lemak mengizinkan peningkatan asupan lemak tak jenuh untuk menggantikan karbohidrat pada orang yang mengalami sindrom metabolic atau diabetes.
  2. Karbohidrat harus berasal dari makanan yang kaya akan karbohidrat kompleks. Ini termasuk biji-bijian / kelompok beras (khususnya whole grain), buah, dan sayur.
  3. Pengeluaran energi harian harus meliputi sedikitnya aktivitas fisik dengan intensitas sedang (sekitar 200kkal per hari).
  4. Pilihan meliputi penambahan serat kental / serat larut 10 – 25 gram; sterol atau stanol nabati 2 gram/hari. Protein kedelai dapat digunakan untuk menggantikan beberapa produk hewani.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar